Sudah Terapi Slimming, Kenapa Gemuk Lagi?

Istilah gemuk lagi atau orang awam bilang efek yoyo, disebabkan karena banyak faktor. Faktor utama adalah kembalinya kebiasaan yang dulu sering dilakukan yaitu banyak makan terutama makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak tinggi.

Mengapa kebiasaan makan banyak bisa kembali lagi?

Hal ini disebabkan karena sistem reward di otak masih berjalan, di mana kecanduan akan makanan masih ada, sehingga keinginan untuk banyak makan terutama makanan manis akan membuat dirinya terasa nyaman. Akibatnya berat badan menjadi semakin bertambah.

Faktor lain adalah mengkonsumsi suplemen pengganti makanan sehari-hari, namun tanpa mengatasi masalah reward di otak. Sehingga begitu suplemen pengganti makanannya habis dan tidak tersedia lagi. Maka akan diganti dengan makanan yang biasa dimakan seperti sebelumhya akibatnya berat badan juga akan naik lagi. Begitu juga dengan suplemen yang hanya mengurangi nafsu makan, saat tidak mengkonsumsi suplemen tersebut maka nafsu makan akan kembali naik demikian juga berat badannya.

Sebenarnya untuk menurunkan berat badan agar tidak terjadi efek yoyo mudah saja. Selama ini kepatuhan terhadap pengobatan atau terapi memegang peranan dalam hal naiknya berat badan setelah terapi penurun berat badan atau weight loss. Banyak klinik yang menawarkan terapi slimming hanya fokus pada penurunan berat badan tanpa adanya edukasi untuk mencegah berat badan naik kembali. Karena dengan naiknya berat badan maka pasien dapat datang kembali sehingga menguntungkan secara bisnis. Tentunya hal ini tidaklah benar, tujuan terapi adalah mengembalikan suatu gangguan atau kelainan seperti kegemukan untuk dikembalikan ke normal dan sebaiknya diberikan informasi atau edukasi mengenai pola makan yang benar, sehingga naiknya berat badan dapat dicegah yang termasuk dalam terapi perilaku atau behavioral therapy sederhana.

Menanamkan mindset kepada orang yang sedang menjalani pengobatan untuk menurunkan berat badan juga penting. Banyak orang yang mindsetnya belum berubah sehingga kecenderungan untuk makan enak, makan melebihi jumlah kalori yang dibutuhkan tetap tinggi.

Sebagai contoh ada orang yang memiliki kebiasaan makan sebelum tidur agar tidurnya bisa nyenyak, sehingga berat badannya meningkat dan terjadi kegemukan. Pada orang seperti ini sebaiknya dilakukan edukasi, mengapa dia memiliki keyakinan bila tidak makan menjelang tidur maka tidak bisa tidur dengan nyenyak. Apa yang membuat dia tidak merasa nyaman bila tidak makan? Bila memang harus makan, maka makanlah makanan yang mengandung jumlah kalori yang sangat sedikit misalnya sayuran atau buah yang tidak terasa manis atau oat meal juga bisa digunakan, hanya porsinya diatur sedemikian rupa agar tidak berlebihan. Edukasi seperti ini jarang dilakukan pada beberapa slimming center, sehingga berat badan setelah terapi akan kembali naik.

Pada dasarnya tidak ada pengobatan yang dapat menjamin 100% berhasil, semua dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti :

  • Penjelasan mengenai pengobatan yang tidak jelas
  • Metode pengobatan tidak efektif, obat yang digunakan tidak efektif atau dengan kata lain abal-abal dan memiliki efek samping yang mengganggu, sehingga pasien akan berhenti menjalani pengobatan.
  • Kepatuhan pasien akan pengobatan, misalnya tidak rutin meminum obat
  • Kepatuhan dalam menjalankan diet yang direkomendasikan akibat rasa malas.
  • Motivasi serta komitmen yang rendah terhadap pengobatan karena hanya ikut-ikutan

Keberhasilan terapi tergantung dari beberapa faktor di atas. Bila faktor di atas bisa diatasi maka kemungkinan terapi akan berhasil dan penurunan berat badan juga akan dicapai. Maka sebelum dilakukan terapi sebaiknya konsultasikan masalah anda dengan jelas. Dokter atau tenaga kesehatan yang baik akan menganalisis masalah anda dan mencari solusi yang tepat untuk anda.

Jadi jangan tergiur oleh iklan yang bombastis atau hanya berdasarkan testimonial semata karena anda juga tidak kenal dengan yang memberikan testimonial dan saat ini kemajuan teknologi gambar digital sudah dapat memanipulasi foto seseorang. Jadi selektif dalam memilih pengobatan dan cari yang memberikan konsultasi bahkan mencoba gratis agar anda tidak dirugikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s